Banyaknya penggunaan pengawet bahan makanan yang seharusnya tidak diperuntukkan untuk bahan pangan seperti formalin menjadi keresahan bagi masyarakat. Penggunaan pengawet formalin pada umumnya digunakan pada bahan makanan sumber protein seperti pada ikan asin. Selama ini indikator yang digunakan untuk deteksi formalin yaitu menggunakan strip formaldehid dan larutan kalium permanganat yang dapat diperoleh di toko bahan kimia yang biaya cukup mahal. Salah satu alternatif lain untuk deteksi adanya formalin dapat menggunakan zat pewarna alami dari senyawa antosianin. Senyawa antosianin dapat diperoleh pada ekstrak bunga mawar merah. Di Desa Majannang Kabupaten Bantaeng hampir semua warga memiliki tanaman bunga mawar merah yang hanya dijadikan sebagai penghias taman. Untuk itu dengan kandungan yang terdapat pada bunga mawar merah dapat berfungsi sebagai zat pewarna alami antosianin yang dapat digunakan sebagai indikator deteksi formalin. Metode yang digunakan untuk pembuatan indikator formalin yaitu dengan cara ekstraksi dingin (maserasi) menggunakan larutan etanol 96% selama 3 hari untuk memperoleh ekstrak kental antosianin kemudian dibuat menjadi strip formalin menggunakan kertas saring whatman. Hasil yang diperoleh menggunakan indikator kertas formalin ekstrak bunga mawar merah yang diujikan ke sampel ikan asin yaitu indikator kertas yang telah dibuat berwarna merah muda dan jika di celupkan ke dalam sampel postif, indikator kertas tersebut warnaya tetap merah dan jika sampel negatif mengandung formalin maka indikator berubah warna ungu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator kertas ekstrak bunga mawar merah dapat dijadikan sebagai indikator formalin.
Copyrights © 2020