Observatorium Astronomi Lampung (OAL) merupakan observatorium kedua di Indonesia yang dibangun di Gunung Betung dari hasil konsorsium antara Pemerintah Provinsi Lampung, Institut Teknologi Sumatera, dan Institut Teknologi Bandung. OAL dapat dijadikan sebagai titik baru sebagai laboratorium astronomi di belahan langit ekuator. Pada kesempatan ini akan membahas aspek teknis instrumen yang terdapat di OAL seperti teleskop, analisator, dan detektor. Optimalisasi pemanfaatan instrumen dari hasil simulasi konfigurasi antara teleskop, analisator, dan detektor dengan hasil terbaik jika konfigurasi tersebut antara teleskop 0,7 meter dengan filter Baader UBVRI serta detektor CCD FLI PL16803. Fasilitas instrumen yang dimiliki OAL didedikasikan untuk kegiatan penelitian, pendidikan, dan edukasi pelayanan publik. Dengan kehadiran OAL diharapkan mampu memberikan nilai positif baik untuk masyarakat Lampung maupun kemajuan ilmu pengetahuan terutama astronomi.
Copyrights © 2019