MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
Vol 3, No 3 (2017)

Penatalaksanaan noma pada pasien limfoma non hodgkin

Ummi Pratiwi (Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat)
Tenny Setiany Dewi (Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat)



Article Info

Publish Date
24 Sep 2020

Abstract

Noma merupakan infeksi oportunis polimikroba yang progresif dan destruktif pada jaringan lunak dan keras orofasial yang dapat menyebabkan gangren orofasial, sepsis, deformitas fasial, hingga kematian. Tujuan studi kasus adalah untuk memaparkan penatalaksanaan noma pada pasien limfoma non Hodgkin. Pasien laki-laki berusia 18 tahun dirujuk dari bagian Ilmu Penyakit Dalam dengan diagnosis Limfoma non Hodgkins (relaps), malnutrisi terkait kanker, dan sepsis.Keluhan pasien meliputi bengkak di bibir atas dan bawah, luka di sudut bibir, serta tidak bisa makan. Keadaan umumĀ  pasien malaise disertai peningkatan respirasi. Ekstraoral ditemukan limfadenopati submandibula, edema, ulserasi, pewarnaan hitam keabu-abuan, dan krusta pada labium superius oris dan inferius oris hingga ke regio perioral dan filtrum. Intraoral ditemukan halitosis, edema pada seluruh margin gingiva dan papila interdental rahang atas dan bawah. Hematologi menunjukkan peningkatan laju enap darah, penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit, dan trombosit. Pada kultur bakteri ditemukan Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumonia, serta uji sensitivitas antibiotik menunjukkan resistensi multi obat. Lesi bibir didiagnosis sebagai noma. Diberikan terapi nutrisi, rehidrasi, antibiotik lokal dan sistemik spektrum luas, dan obat kumur antiseptik. Pasien mengalami pemulihan lesi disertai defek bibir setelah 3 bulan perawatan bersama multidisiplin terkait dan direncanakan akan dilakukan bedah rekonstruksi bibir. Imunokompromi akibat Limfoma non Hodgkin yang relaps dan komplikasi oral kemoterapi, malnutrisi, serta oral hygiene buruk dapat dipertimbangkan sebagai predisposisi utama terhadap perkembangan noma pada pasien dalam laporankasus ini. Deteksi dini dan akurat dari noma merupakan hal esensial sehingga penatalaksanaan yang tepat dapat dicapai dengan baik melalui kerja sama multidisiplin terkait.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

mkgk

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions

Description

Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the ...