Agregasi merupakan salah satu metode pengambilan keputusan di lingkungan masyarakat demokratis. Kendati demikian, prosedur tersebut bisa menimbulkan masalah terkati kesejahteraan sosial. Prosedur menjadi lebih rumit karena voting – istilah umum untuk agregasi – sebagai mekanisme demokratis bukan hanya mengandung masalah matematis tetapi juga etis. Penyimpulan dari preferensi individu menjadi preferensi sosial mengabaikan kepentingan kaum minoritas. Menurut Amartya Sen, ada kebutuhan kritis untuk memperluas basis-basis informasi tentang kapasitas individual masyarakat guna menggapai kesejahteraan sosial. John Rawls menjabarkannya sebagai daftar kebutuhan primer masyarakat. Sen menambahkan bahwa setiap individu harus mampu menerjemahkan kebutuhan primer tersebut menjadi kemampuan untuk mentransformasikannya menjadi kenyataan. Dengan demikian, keadilan bukan terutama berarti pemerataan sumber daya melainkan kemampuan individu merealisasikan kebutuhan dasarnya.
Copyrights © 2011