Tulisan ini berupaya menunjukkan konsep kearifan lokal dalam folklore kuliner membentuk identitas budaya. Kecnederungan globalisasi menghilangkan hubungan antara kearifan lokal dengan caranya masyarakat merespon pengaruhpengaruh modern yang masuk melalui berbagai media. Untuk mengantisipasi dan mempertahankan kearifan lokal harus ada dialog antar kebudayaan untuk memperoleh saling pengertian dan rasa hormat terhadap perbedaan antar masyarakat. Pentingnya melakukan dialog antar budaya yang dilakukan lewat komunikasi etika global dapat menjelaskan kesamaan, keadilan, dan keberlanjutan pembangunan sebagai perhatian utama semua kebudayaan.
Copyrights © 2014