Produk batik warna alam sedang mengalami tren seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri dan lingkungan hidup. Pewarna alami memiliki kelebihan yaitu aman untuk kesehatan, aman dalam proses pengerjaannya, tidak mencemari lingkungan, serta tidak perlu impor. Pewarna sintetis lebih praktis penggunaannya, namun berdampak kurang baik terhadap kesehatan, limbahnya termasuk berbahaya dan mencemari lingkungan, serta merupakan bahan impor. Kendala pewarna alami untuk batik adalah masih terbatasnya pasokan bahan karena masih mengambilnya dari kebun atau hutan. Oleh karena itu perlu dicari pewarna alami dari sumber lain yang persediaannya melimpah dan kontinyuitas pasokannya lancar yaitu pemanfaatan limbah perkebunan. Kajian ini bermanfaat untuk mengetahui jenis-jenis limbah perkebunan yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pewarn alami batik. Limbah dipilih dari sisa buangan dari proses pengupasan buah dan limbah buangan dari pemeliharaan tanaman, sehingga murah dan tidak merusak tanaman produktif.
Copyrights © 2020