MAJALAH BIAM
Vol 16, No 2 (2020): Majalah BIAM

PENGARUH WAKTU PENJEMURAN TERHADAP RENDEMEN PADA PROSES EKSTRASI MINYAK ATSIRI EUCALYPTUS DENGAN METODE KOHOBASI

Syarifuddin Syarifuddin (Baristand Industri Banda Aceh)
Ellysa Ellysa (Baristand Industri Banda Aceh)
Meuthia Busthan (Baristand Industri Banda Aceh)
Abdul Thalib (Baristand Industri Banda Aceh)



Article Info

Publish Date
16 Dec 2020

Abstract

Penjemuran dilakukan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung karena sifat minyak atsiri eucalyptus yang mudah menguap, waktu tanpa penjumuran dan langsung di ekstraksi sebagai 0 hari perlakuan dan dengan penjemuran mulai hari pertama sampai hari ke 10. Waktu kohobasi untuk tiap-tiap perlakuan penjemuran yaitu 1 jam,2 jam 3 jam dan 4 jam, persentase minyak yang terekstrak pada 1 jam pertama rata-rata diatas 50%, pada jam kedua 65% sampai 70% dan pada jam ke tiga dan ke empat 90% sampai 100%. Minyak atsiri ecalyptus yang dihasil tiap-tiap perlakuan penjemuran berbeda-beda tergantung pada jumlah bahan yang digunakan, berat bahan (daun ecalyptus) yang digunakan bervariasi mulai dari 40 gram sampai 100 gram. Pengunaan bahan pada proses ekstraksi dengan metode kohobasi di pengaruhi oleh kadar air dari bahan,kadar air terbesar terdapat pada perlakuan tanpa penjemuran (0 hari) yaitu 41,07% dan terendah 9,1% pada perlakuan penjemuran hari yang ke 10.Pada proses ektraksi dengan metode kohobasi mengambarkan waktu kohobasi yang optimal pada 3 jam sampai 4 jam waktu proses, ini terlihat pada tiap-tiap perlakukuan jumlah minyak yang dihasilkan konstan pada waktu ekstrasi 3 jam sampai dengan 4 jam. Rendemen minyak atsiri Ecalyptus untuk tiap perlakuan penjemuran mulai 0,3% sampai 0,9%, rendemen terkecil pada perlakuan tanpa penjemuran (0 hari) yaitu 0,3 % dan rendemen tertinggi pada waktu penjemuran 4 hari yaitu 0,9%. Makin lama waktu penjemuran terjadi penurunan rendemen yang singnifikan dan berat bahan yang digunakan lebih banyak di karenakan kadar air pada bahan sudah menurun.Karakteristik kimia minyak atsiri Ecalyptus hasil pengujian GCMS dengan komponen utamanya terdiri dari alpha-Pinene 12,53 %, 1,8 -Cineole 22,2%, gamma-Terpinolene 5,75%, 4-Terpineol1,22%, cyclohexene 2,62%, alpha-Terpinenyl Acetate 3,8%, trans-Caryophyllene 4,73%, alpha-Humulene 1,25%, Bicyclogermacrene 2,9%, delta-Cadinene 3,25%, Diepipalustrol 1,53%, Globulol 10,59%, Guaiol 4,29%, Rosifoliol 2,34%, Diepi-alpha-Cedren I 5,21%, alpha-Cadinol 7,13% dan komponen minor dibawah 1% terdiri dari alpha-Terpinolenen, D-Fenchyl Alcohol, Trans-Pinocarveol, endo-Borneol, 1,2,5,5,8A-Pentamethyl-1,2,3,5,6,7,8,8A-Octahydro-Naphthalen-1-ol, Phenol, alpha-Copaene, Neryl Acetate, beta-elemen, Alloaromadendrene, delta-Cadine, Epi-Bicyclosesquiphellandrene, alpha-Calacorene, Veridiflorol, (-)-caryophyllene oxide dan Cycloheptan. Terdapat 34 penyusun komponen kimia dengan komponen kadar tertinggi adalah 1,8-Cineole/Eucalyptol 22,2%. Kata Kunci : Ekstraksi;Eucalyptol;Kohobasi;Minyak Eucalyptus;1.8 Cineol,  

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

bpbiam

Publisher

Subject

Education

Description

Majalah BIAM is a print and online journal that is part of the Ministry of Industry and dedicated as a media dissemination of scientific articles focusing on the field of marine products technology, in addition, Majalah BIAM generally receive articles in the field of Natural Materials, Industry, ...