Kappaphycus alvarezii merupakan alga merah tropis yang memiliki peran dan aspek penting dalam perekonomian nasional. Sejumlah senyawa bioaktif terdapat pada alga namun belum banyak riset untuk eksplorasinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui rendemen masa Kappaphycus alvarezii kering, rendeman ekstrak kasar metanol dan fraksi dari pelarut heksan, etil asetat serta air. Sampel Kappaphycus alvarezii berumur 30-40 hari diambil dari lokasi budidaya Dusun Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan perairan di Sumenep pulau Madura. Sampel dikeringkan dan digiling halus hingga menjadi serbuk ukuran 100 mesh. Serbuk alga di rendam dengan methanol (1:3 b/v) selama 3 hari untuk berlangsung proses meserasi. Ekstrak kasar metanol dilarutkan dengan metanol 20 % kemudian difraksinasi menggunakan pelarut heksan, etil asetat dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preparasi alga dengan pengeringan dan pembuatan serbuk menyebabkan susut masa berkisar 16 % dari berat alga segar. Rendemen ektrak metanol Kappaphycus alvarezii asal perairan Maluku 2 kali lebih tinggi (8,76 %) dari alga asal Madura (4,39%). Rendemen fraksi air lebih tinggi dari fraksi heksan dan etil asetat alga yang dikeringkan dengan oven vakum suhu 400C.
Copyrights © 2020