Proceeding SENDI_U
2020: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS

ACTOR NETWORKS THEORY FORMULASI KEBIJAKAN PENANGANAN PENGEMIS, GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR (PGOT) GUNA MENDUKUNG PARIWISATA KOTA SURAKARTA

Martomo, Yitno Puguh (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2020

Abstract

Kota Surakarta yang lebih populer dengan sebutan Kota Solo merupakan destinasi utama wisata diJawa Tengah. Kota Solo telah mencanangkan diri sebagai Kota MICE, disamping tetap fokus pada wisataleasure yang sedang melambat. Salah satu persoalan yang dihadapi dan dapat menimbulkan image negatifadalah banyaknya PGOT. Diperlukan kebijakan penanganan PGOT yang ideal dan dapat menampung semuaaspirasi dan kepentingan-kepentingan serta menghindari dominasi pemerintah dan muatan politis perludibangun sebuah jejaring kebijakan. Actor Networks Theory dikembangkan oleh Michel Callon, Bruno Latourdan John Law, yang berpendirian bahwa masyarakat bukan hanya sekedar berisi individu-individu serta normayang mengatur kehidupan mereka tetapi mereka bergerak pada sebuah jaringan, baik manusia subyek maupunobyek yang mungkin merupakan benda mati. Metode yang digunakan adalah pendekatan diskriptif kualitatif,lebih menekankan pada pengungkapan makna dan proses dari berbagai faktor yang diteliti, juga dimaksudkanuntuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik. Jejaring aktorperumusan kebijakan penanganan PGOT Kota Surakarta seharusnya terformulasikan denganmengakomodasikan kepentingan para pihak yang terkait. Kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi manfaatbagi kepentingan publik akan tetapi juga mengakomodasi sisi kelompok sasaran dengan menjunjung tinggiharkat dan martabat mereka sebagai manusia. Dalam implementasinya perlu daya terutama dalam penegakansanksi. Secara terus menerus perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat.

Copyrights © 2020