Beton bertulang sebagai salah satu material konstruksi memiliki berbagai keunggulan, yaitu memiliki biaya pekerjaan yang lebih hemat dibandingkan baja, keunggulan yang lain adalah mudah dibentuk sesuai keinginan tergantung bentuk dan kekuatan begestingya. Pada tahap pelaksanaan konstruksi di lapangan, sering dijumpai penyimpangan atau kesalahan yang menyebabkan kerusakan beton bertulang sehingga kekuatan yang direncanakan tidak dapat tercapai. Salah satu kerusakan karena kesalahan di lapangan adalah beton bertulang yang mengalami perubahan/pengembangan tidak sesuai dengan bekisting yang dibuat, kegagalan ini sering disebut sebagai beton bunting. Beton Bunting dapat terjadi pada elemen struktur tie beam, kolom tinggi, shear wall, balok dan pelat. Beton bunting dapat dicegah dengan metode pelaksanaan fabrikasi dan instalasi begesting yang baik yaitu yang direcanakan dan dilaksanakan sesuai standar operasi pelaksanaan yang baik. Apabila telah terjadi kerusakan beton bunting maka dilakukan metode perbaikan yang tepat yaitu dengan melakukan trimming dan paching atau grouting pada lokassi yang rusak.
Copyrights © 2020