Indonesia dilalui oleh dua jalur gempa dunia yakni Jalur Sirkum Pasific (Circum Pacific Belt) dan jalur Trans Asia (Trans Asiatic Belt). Kondisi ini menunjukan bahwa Indonesia merupakan daerah yang rawan terjadinya gempa bumi. Akhir-akhir ini daerah-daerah di Indonesia dilanda gempa bumi yang banyak menelan korban jiwa dan menghancurkan rumah penduduk dan gedung.Pada penelitian ini penulis menitikberatkan pada analisis denah bangunan tidak simetris dalam memikul beban dengan menggunakan SAP2000. Tipe struktur yang dianalisis adalah rumah sederhana bertingkat 2 yang berbentuk tidak simetris baik pada sumbu x maupun pada sumbu y. Uuntuk mengetahui seberapa besar pengaruh bentuk denah terhadap kemampuan dalam menerima beban gempa, dalam hal ini dilakukan analisis dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000.Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SAP2000 untuk bangunan dengan denah tidak simetris dimana terjadi gaya torsi hampir pada semua elemen struktur (kolom dan balok). Pada bangunan tidak simetris gaya torsi yang terbesar terjadi pada daerah pertemuan struktur bangunan pada arah sumbu x dan y. Alternatif penanganan dalam rangka mengurangi gaya torsi yang terjadi pada struktur diatas adalah dengan memisahkan secara struktur bagian pertemuan dari bangunan pada arah sumbu x dan y.
Copyrights © 2010