AbstrakSyarat minimal dari filsafat kontinental, yang terdiri dari idealisme Jerman, fenomenologi, strukturalisme, Nietzscheanisme, posmodernisme, posstrukturalisme dan lain-lain, adalah kantianisme, khusunya filsafat transendental milik Kant. Quentin Meillassoux menamai filsafat tersebut sebagai korelasionisme. Namun demikian, filsafat, bagi Meillassoux, tidak bisa dipertahankan ketika berhadapan dengan ansestralitas, sebuah realitas sebelum kemunculan kesadaram, yang membuat korelasionisme berkontradiksi dengan dirinya. Lantas, dengan memperhitungkan ketakmungkinan untuk kembali kepada filsafat dogatis yang disuarakan oleh Descartes, Meilassoux memproyeksikan sebuah filsafat baru yang meladndaskan diri lewat korelasionsime tetapi menghilangkan sepenuhnya aspek transedental. Materialisme spekulatif, yang merupakan nama dari filsafat Meillassoux, mengkonsepsikan bahwa kontingensi hanyalah satu-satunya basis filsafat karena ia merupakan konsekuensi dari korelasionisme kuat yang ditandai dengan faktisitas. Untuk membutkikan itu, dia menambahakan matematika himpunan transfinit George Cantor. Intinya, tujuan utamaMeillassoux adalah mengolah filsafat yang mampu mengembalikan legitimasi filsafat terhadap sains.
Copyrights © 2018