Interaksi yang baik adalah kunci dakwah Nabi Muhammad. Dahulu interaksi dilakukan secara lisan dan tulisan. Seiring kemajuan zaman, kini interaksi dapat dilakukan melalui media sosial. Tulisan ini fokus mengkaji kontekstualisasi hadis tentang interaksi yang baik dalam kitab Fatḥ al-Bārī Sharaḥ Ḥadīth Ṣahīḥ al-Bukhārī. Penulis mengeskplorasi gagasan Ibn Ḥajar dalam kitab itu melalui pendekatan sharḥ ḥadīth. Artikel ini menyimpulkan bahwa menulis dan menerbitkan tulisan yang baik, membuat orang lain senang dan tidak menyinggung perasaan adalah sedekah. Sebaliknya, jika yang ditulis dan diterbitkan tulisan buruk dan menimbulkan kebencian merupakan perbuatan dosa
Copyrights © 2020