Penipuan terhadap perusahaan terkemuka terjadi belakangan ini. Kasus fraud yang semakin marak terjadi saat ini menuntut banyak pihak untuk menemukan metode yang efektif untuk mendeteksi fraud. Whistleblowing adalah cara efektif untuk mendeteksi penipuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh personal cost, komitmen organisasional, Error Severity Level dengan menggunakan locus of control sebagai variabel moderasi untuk melakukan whistleblowing intentions dengan Theory of Planned Behavior sebagai landasan teori. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan menyebarkan kuisioner kepada pegawai yang bekerja di Divisi Logistik Perusahaan Umum Subbagian Wilayah Cirebon (Perum Bulog Sub Divre Cirebon). Jumlah responden di 52 responden ini. Metode analisis statistik yang digunakan adalah Model Persamaan Simultan dengan bantuan software smartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa personal cost, komitmen organisasional dan Error Severity Level berpengaruh signifikan terhadap intensi whistleblowing dan locus of control moderates (pers) signifikan terhadap Error Severity Level terhadap intensi whistleblowing. Namun, locus of control tidak memoderasi (memperkuat atau melemahkan) biaya pribadi dan komitmen organisasi yang signifikan terhadap niat whistleblowing.
Copyrights © 2021