Organisasi kemahasiswaan kepada anggotanya memberikan stimulus atau perilaku terhadap proses pembelajaran yang menyebabkan tiga keungkinan yaitu aktif diorganisasi dan mengabaikan pembelajaran pada kuliah yang diprogram, aktif pada pembelajaran pada mata kuliah yang deprogram dan mengabaikan amanah organisasi, dan aktif keduanya secara proporsional. Kemungkinan pertama dan kedua dapat terjadi dikarenakan adanya ketidak stabilan peran atau konflik peran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya konflik peran dalam proses pembelajaran pada mahasiswa pengurus organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan 13 subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis melalaui proses reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan selanjutnya diuji keabsahannya melalui trianggulasi. Temuan penelitian yaitu terjadinya konflik peran dalam proses pembelajaran pada mahasiswa pengurus organisasi disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor Ketidakmampuan manajemen peran dan faktor Kecemasan akan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan dalam organisasi. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor proses identifikasi yang negatif dan faktor pertentangan gaya belajar. Berdasarkan temuan ini menghasilkan identifikasi peran yang harus dihindari oleh pengurus organisasi dalam menstabilkan perannya pada saat proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan bahwa proses identifikasi dan gaya belajar perlu adanya penguatan yang terukur sehingga tidak menimbulkan konflik peran pada saat proses pembelajaran.
Copyrights © 2021