Diglosia
Vol 4, No 2 (2020): Agustus

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL ISINGA: ROMAN PAPUA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY

Eti Sunarsih (STKIP Singkawang)
Susan Neni Triani (STKIP Singkawang)



Article Info

Publish Date
26 Aug 2020

Abstract

Penelitian ini berjudul Kekerasan Terhadap Perempuan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany. Masalah dalam penelitian bagaimanakah bentuk kekerasan fisik dan  kekerasan nonfisik terhadap perempuan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany. Penelitian karya sastra sangat penting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui relevenasi antara karya sastra dengan kenyataan yang ada di masyarakat karena nilai-nilai yang ada dalam sebuah karya sastra mencerminkan realita sosial yang dapat memberikan pengaruh kepada masyaraka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan feminisme Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany terdapat delapan bentuk kekerasan terhadap perempuan yaitu penculikan, eksploitasi tenaga perempuan, ditampar, dipukul, ditendang, diinjak, dibuang, dan dibunuh. Sedangkan  kekerasan fisik terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany terdapat empat bentuk kekerasan yaitu dipaksa menikah, diguna-guna, dikecewakan, suami berhubungan seksual dengan perempuan lain. Dampak dari kekerasan tersebut perempuan mengalami penderitaan fisik dan psikologis.Kata kunci: kekerasan, perempuan, novel, isinga: roman papua This research is entitled Violence Against Women in Novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany. The problem in this research is the form of physical violence and non-physical violence against women in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany. Research on literary works is very important. This is done to find out the relevance between literary works and the reality in society because the values in a literary work reflect social reality that can give effect to society. The approach used is the feminism approach. Based on the analysis and discussion it can be concluded in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany, there are eight forms of violence against women, namely abduction, exploitation of women, being slapped, beaten, kicked, trampled, thrown away, and killed. While physical violence against women is found in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany, there are four forms of violence, which are forced to marry, be used, disappoint, the husband has sexual relations with another woman. The impact of such violence women experience physical and psychological suffering.Keywords: violence, woman’s, novel, isinga: roman papua

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

dl

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, ...