Diglosia
Vol 4, No 2 (2020): Agustus

POTRET KEKERASAN SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN DUNIA SUKAB KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: SUATU PERBANDINGAN

Maria Benga Geleuk (Airlangga University)



Article Info

Publish Date
20 Aug 2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pengulangan pada empat cerpen Dunia Sukab yang menunjukkan adanya kekerasan sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru sampai awal Reformasi. Penelitian ini menggunakan metode sastra bandingan dengan memanfaatkan teori fakta cerita Stanton. Berdasarkan kajian terhadap empat cerpen, antara lain PS, MA, JF, dan PP ditemukan bahwa semua cerita merefleksikan sejarah kelam Indonesia pada masa pemerintahan Orde Baru sampai Reformasi. Hal ini ditandai dengan adanya peristiwa Tragedi Tanjung Priok 1984 dan Tragedi Mei 1998 yang tersirat di dalam kumpulan cerpen. Selain itu, kekerasan yang digambarkan oleh pengarang cenderung berbeda-beda setiap masanya. Hal ini menunjukan adanya suatu pergeseran dalam mengambarkan kekerasan di masanya. Kekerasan dalam cerpen PS dan MA dilakukan oleh aparat pemerintah dan korbannya merupakan masyarakat pinggiran, baik laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, dalam cerpen JF dan PP kekerasan digambarkan terjadi pada kaum perempuan dalam hal ini pelaku utamanya adalah laki-laki dan pejabat. Kemudian beralihnya ke era Reformasi ditandai dalam cerpen PP, yaitu sebagai gerakan perempuan untuk berani melawan ketidakadilan. Pengulangan tema besar dalam empat cerpen ini sebagai bentuk kritik dari pengarang terhadap penguasa dan aparat pemerintah pada masa Orde Baru yang melakukan pelanggaran HAM dan sampai sekarang tidak pernah diselesaikan secara hukum.Kata kunci: kumpulan cerpen, dunia Sukab, kekerasan sosial, sastra bandinganThis study aims to formulate a repetition of the four Sukab World short stories which show the existence of social violence that occurred in Indonesian society during the New Order until the beginning of the Reformation. This research uses a comparative literary method along with Stanton's structuralism theory. Based on a study of four short stories, including PS, MA, JF, and PP, it was found that all the stories reflect the dark history of Indonesia during the reign of the New Order until the Reformation. This tragedy is marked by the events of the 1984 Tanjung Priok Tragedy and the May 1998 Tragedy which were implied in a collection of short stories. In addition, the violence described by the author tends to be vary from time to time. This shows a shift in describing the violence in his time. Violence in PS and MA short stories was carried out by government officials and the victims were marginalized communities, both men and women. However, in the short stories, JF and PP violence are described to occur in women in this case the main perpetrators are men and officials. Then the shift to the Reformation era is marked in the short story PP, which is a women's movement to dare to fight injustice. The repetition of the major themes in these four short stories is a form of criticism from the author of the authorities and government officials during the New Order who committed human rights violations and until now has never been resolved legally. Keywords: short stories collection, dunia Sukab, social violence, comparative literature

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

dl

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, ...