Menjaga alam dan ramah terhadap lingkungan adalah suatu tindakan etis dalam kapasitas eksistensial kehidupan manusia. Sebab, alam serta lingkungan sekitar dan manusia itu sendiri ditakdirkan adanya jalinan pada relasi ko-eksistensial yang saling terikat sekaligus terkait. Al-Qur’an sebagai Kitab Suci memberikan suatu pemahaman dalam panduan kearifan kesadaran menjaga alam dan lingkungan. Al-Qur’an mengajarkan bahwa alam adalah mitra kehidupan manusia dalam tugas ke-khalifahan di muka bumi. Alam bukan lah objek eksploitasi oleh manusia, akan tetapi sifatnya fungsional dan proporsional. Pendekatan manusia terhadap alam tidak boleh secara antroposentris an sich, tapi juga hendaknya melibatkan kesadaran teosentris. Ada relasi piramidal antara manusia-alam-dan Tuhan. Pada dimensi kearifan yang dapat dipetik ialah, bahwa, al-Qur’an membimbing manusia untuk dapat mengenal posisi alam sebagai sama-sama sebagai makhluk yang tunduk pada Khaliq, menyadari tugas manusia sebagai khalifah untuk kemakmuran bumi, memiliki tanggung jawab terhadapnya untuk tidak merusaknya. Dengan beberapa kearifan inilah harusnya manusia belajar untuk mengaktualkan dan membumikan al-Qur’an sebagai risalah ramah lingkungan
Copyrights © 2020