Melaksanakan kebijakan Pemerintah terkait penerimaan siswa baru dengan Sistem Zonasi akan berdampak pada pelayanan pendidikan yang berkeadilan di sejumlah sekolah menengah atas negeri provinsi Sumatera Utara. SMAN 1 Percut Sei Tuan sebagai sekolah negeri atau publik yang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk belajar dan menikmatinya tanpa memperhatikan status sosial-ekonomi yang dimiliki oleh orang tua siswa. Namun rendahnya motivasi belajar dan akhlak siswa pasca penerapan sistem zonasi merupakan tantangan tersendiri bagi SMAN 1 Percut Sei Tuan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dengan sejumlah tahapan pengumpulan data yang dihasilkan. Terkait hasil yang ditemukan bahwa siswa baru yang masuk dengan sistem zonasi memiliki sikap akhlak yang kurang baik jika dibadingkan pra sistem zonasi. Rendahnya akhlak siswa diakibatkan latar belakang akademik siswa dan kemampuan sosial-ekonomi orang tua. Oleh karena itu SMAN 1 Percut Sei Tuan memiliki ekstra kebijakan pengelolahan lingkungan belajar di kelas maupun di sekolah. Selain itu partisipasi lembaga yang fokus dalam pembinaan akhlak menjadi mitra SMAN 1 Percut Sei Tuan mengatasi persoalan akhlak siswa dalm sistem zonasi.
Copyrights © 2020