Tulisan ini membahas tentang tokoh-tokoh teolog wanita dalam konteks wanita muslim dalam melihat penafsiran-penafsiran terhadap sumber utama Islam yakni Al-Qur’an, Hadis, dan hukum syari’at islam. Metode Hermeneutik menjadi metode yang digunakan oleh para teolog muslim wanita dengan melakukan gerakan pembaruan terhadap tafsiran Al-Qur’an. Artikel ini menggunakan jenis penelitian riset kepustakaan atau library research, metode penelitian kepustakaan atau perpustakaan, dengan menggunakan sumber data primer berupa buku Muslima Theology: The Voice of Muslim Women Theologians. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat kelemahan dalam kajian teolog muslim wanita. Hal ini ditunjukkan dari rekonstruksi yang dibangun didominasi pada letupan-letupan kesetaraan gender akan tetapi belum menyentuh pada aspek teologi secara murni. Hal ini juga menjadikan kedudukan teologi muslim wanita masih dalam perdebatan, karena karya yang dihasilkan oleh para muslim wanita ini masih jauh dari kata jelas dan kokoh.
Copyrights © 2020