Pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai pakan terkendala karena tingginya kandungan lignin. Jenis pengolahan dan lama pemeraman yang berbeda diharapkan dapat menurunkan kandungan fraksi seratnya terutama kandungan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fraksi serat pelepah kelapa sawit dengan jenis pengolahan dan lama pemeraman berbeda. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial dengan 2 faktor masing-masing dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit perlakuan. Faktor A adalah jenis pengolahan: A1 pengolahan secara kimia (penambahan urea 5%); A2 pengolahan secara biologi (penambahan eksreta 10%); A3 pengolahan secara kimia + biologi (penambahan 5% urea + 10% eksreta). Faktor B adalah lama pemeraman: B1 pemeraman 7 hari; B2 pemeraman 14 hari; B3 pemeraman 21 hari. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance/ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan jenis pengolahan, lama pemeraman dan interaksi antara jenis pengolahan dengan lama pemeraman menurunkan kandungan selulosa dan hemiselulosa dan lignin serta meningkatkan kandungan NDF dan ADF. Perlakun terbaik adalah kombinasi pengolahan secara kimia + biologi (penambahan urea 5% dan eksreta 10%) dengan lama pemeraman 21 hari karena menghasilkan kandungan ADL terendah yaitu 18,94%. Kata kunci : Eksreta, Fraksi serat, Pemeraman, Pelepah kelapa sawit, Urea.
Copyrights © 2020