Bio Educatio : The Journal of Science and Biology Education
Vol 5, No 2 (2020): Bio Educatio (The Journal of Science and Biology Education)

KARAKTERISTIK LIMBAH KULIT BIJI KAKAO PROSES BIODEGRADASI MENGGUNAKAN JAMUR PELAPUK PUTIH Phanerochaete chrysosporium

Mita Ramadiyanti (Universitas Bandung Raya)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2020

Abstract

Limbah kulit biji kakao memiliki potensi kimia seperti kandungan serat lignoselulosa, kandungan protein, kandungan karbohidrat, kandungan theobromine, kandungan cafein, kandungan tannin. Kulit biji kakao memiliki kandungan serat lignoselulosa yang tinggi mencapai 25,10%. Kandungan serat lignoselulosa tersebut berpotensi untuk dijadikan tempat hidup bagi Phanerochaete chrysosporium untuk hidup dan berkembang biak mendegradasi secara bilogi untuk menghasilkan enzim lakase. Enzim lakase memiliki fungsi yang luas dan kebutuhan akan enzim ini meningkat, namun kendala yang timbul adalah harga enzim lakase yang timggi dan sulit didapatkan.  Karakterisasi limbah kulit biji kakao diawali dengan  proses pengecilan ukuran bahan baku kulit biji kakao, biodegradasi menggunkan Phanerochaete chrysosporium dengan  metode solid state fermentation. Phanerochaete chrysosporium mampu mendegradasi lignin, selulosa dan hemiselulosa dengan menghasilkan enzim lakase. Analisis stuktur dan morfologi  menggunakan Scanning electron micriskopy (SEM), spektrofotometer, dan colorimeter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi kulit biji kakao secara fisik dan kimia serta menghasilkan enzim lakase. Metode penelitian dimulai dengan studi pendahuluan melalui observasi, studi pustaka untuk merumuskan masalah, dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil dari SEM struktur kulit iji kakao memiliki kadar serat lignoselulosa yang telah terbiodegradasi, degan pengujian spektrofotometer terlihat pertumbuhan jamur pelapuk putih Phanerochaete chrysosporium dapat hidup dan menghasilkan aktifitas enzim lakase tertinggi pada hari ke-5 dan menurut alat colorimeter menghasilkan L = 47,82 , A = 9,69, B = 10,48 warna tersebut menunjukan tidak adanya perbedaan warna kulit biji kakao dengan kakao.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

BE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Environmental Science

Description

Bio Educatio merupakan jurnal ilmiah versi online pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Majalengka, Jurnal ini memuat penelitian tentang pendidikan IPA dan Pendidikan Biologi serta keilmuan biologi, yang diterbitkan setiap 6 bulan ...