Permasalahan dalam usahatani madu adalah kurangnya kemampuan peternak lebah madu untuk menentukan harga pokok penjualan agar penjualan madu tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Biaya, penerimaan, dan pendapatan pada usahatani madu di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 2) Nilai R/C pada usahatani madu di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 3) Besarnya harga pokok penjualan yang harus ditetapkan oleh peternak madu per botol di Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus di Desa Banjaranyar Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis. Jumlah responden yang diambil 60 orang dari satu kelompok tani dengan cara sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa : besarnya biaya usahatani madu Rp. 1.304.394,55,- per satu kali musim panen yang terdiri dari biaya tetap Rp. 169.735,- per satu kali musim panen dan biaya variabel Rp. 1.134.659,55,- per satu kali musim panen. Diperoleh produksi rata-rata 11,13 kilogram dengan harga jual Rp. 150.000,- perkilogram sehingga penerimaan yang diperoleh yaitu Rp. 1669.500,00,- dan pendapatan Rp. 365.105,16,- per satu kali musim panen. Besarnya nilai R/C pada usahatani madu per satu kali panen adalah 1,46. Harga pokok penjualan peternak madu rata-rata Rp. 117.196,30,- per kilogram.
Copyrights © 2020