Permasalahan dalam penelitian ini adalah setiap orang memiliki sifat marah dan itu merupakan sifat yang tidak baik. Banyak orang yang sulit untuk mengendalikan marah terhadap dirinya sendiri karena kurang mendekatkan diri dengan Allah Swt dan jarang membaca Al-qur’an. Apabila seseorang mampu mengendalikan dirinya disaat marah dengan tidak mengucapkan hal yang buruk ataupun tercela maka ibadahnya sudah baik. Ketika orang sedang marah maka untuk selalu perbanyak membaca Al-qur’an agar mengurangi rasa marah yang ada dalam dirinya. Metode penelitian ini merupakan pendekatan tinjauan pustaka (library research) yang bersumber dari buku. Temuan hasil penelitian ini bahwa Al-qur’an pedoman hidup sepanjang waktu. Alquran mengingatkan seseorang untuk bisa mengendalikan emosi amarah, saat seseorang sedang kesal, pemikirannya menjadi macet dan kehilangan kemampuan untuk memberikan penilaian yang benar. Membaca Alquran bisa meredam amarah yang kita rasakan. Alquran membuat hati dan perasaan manusia lebih tenang, dan damai. Membaca Alquran bisa mengontrol orang saat sedang marah. Tuhan sangat memuji orang yang bisa mengendalikan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain dan ini bisa berdampak besar pada kehidupan umat Islam. Dengan saling menahan amarah dan saling memaafkan maka akan tercipta lingkungan pendukung yang penuh toleransi, juga tercipta keadilan dan kasih sayang antara lain
Copyrights © 2020