Kemampuan seseorang dalam memimpin adalah salah satu faktor eksternal lain yang diduga mempunyai kontribusi kuat terhadap kinerja guru. Kepala sekolah adalah seorang manajer di sekolah yang yang dipimpinnya. Sebagai manajer, kepala sekolah bertanggung jawab dalam rangka mengadakan pembinaan terhadap guru. Faktor yang dapat penyebabkan kepala sekolah dikatakan berhasil dalam upaya pencapaian tujuan sekolah adalah faktor kemampuan manajerial kepala sekolah. Kemampuan tersebut terdiri dari kemampuan dalam hal merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan, mengawasi, dan pemberdayaan seluruh komponen sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah guru yang aktif pada SMK Kr. Tagari sebanyak 70 orang. Metode Penelitian Kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanâ€. Berdasarkan pada rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian serta didasarkan pada analisis data dan pengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan penelitian sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh positif antara variabel kepemimpinan dengan kinerja guru pada SMK Kristen Tagari dengan koefisien korelasi sebesar 0,712. Apabila dikaitkan dengan kriteria korelasi maka korelasi atau hubungan antara kepemimpinan dengan kinerja guru termasuk dalam kategori kuat. Nilai koefisien determinasi antara kedua variabel tersebut sebesar 0,507 atau 50,7%. Artinya, variabel kepemimpinan mampu menjelaskan variasi variabel kinerja guru sebesar 50,7%. Dari hasil penelitian disarankan bahwa perlu peningkatan aspek kepemimpinan dalam hal manajerial melalui diklat kompetensi kepala sekolah.
Copyrights © 2021