Penjaminan ketersediaan pangan merupakan suatu langkah yang penting dilakukan agar ketahanan pangan dapat tercapai sesuai dengan sustainable development goals (SDGs) goal zero hunger. Kondisi pandemi covid-19 merupakan kondisi dimana beberapa sektor termasuk sektor pertanian menjadi dampaknya. Dampak sektor pertanian akibat pandemi covid-19 yaitu penurunan produksi hasil pertanian sebesar 6,2%. Kegiatan dilaksanakan di kebun KWT Mawar Bodas Kota Tasikmalaya (7o21’24.5”S 108o13’52.0”E). Tujuan kegiatan yaitu untuk meningkatkan keterampilan anggota KWT Mawar Bodas dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk memproduksi bahan pangan yang berkualitas, berkuantitas, dan beragam saat pandemi covid-19. Melalui penerapan Budikdamber dengan memanfaatkan lahan terbatas dapat menghasilkan produk ikan lele bersamaan dengan sayur kangkung. Kegiatan panen kangkung dapat dilakukan sebanyak dua kali selama menunggu panen ikan lele. Produksi kangkung per ember yaitu sebanyak 0,3 kg sehingga total produksi kangkung yang diusahakan oleh anggota KWT Mawar Bodas sebesar 9 kg selama satu kali panen. Adapun bobot ikan lele saat panen kangkung tahap 1 yaitu 1,25 kg setiap embernya sehingga total produksi ikan lele yang diusahakan saat panen kangkung tahap 1 sebesar 37,5 kg. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, penerapan Budikdamber menguntungkan masyarakat apabila dilakukan secara masif. Penerapan Budikdamber ini dapat dijadikan salah satu solusi untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya pada kondisi pandemi covid-19.
Copyrights © 2021