Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER

HUB KREATIF AUDIO DAN VISUAL DI KEBAYORAN BARU

Yoshua Triwisnu Haryanto (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)
Suwandi Supatra (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2020

Abstract

Jakarta, which is the center of the national economy, is facing Bonus Demographic and Industry Revolution 4.0 phenomenons. If both of these phenomena are well managed they will bring positive impacts to Indonesia, especially Jakarta. However these phenomenons threaten workers with repetitive types of works and civils at their productive age. The creative industry is one example of an unrepetitive work, and still needs development. This project aims to create social interaction space within the district of Kebayoran Baru via audio and visual arts. And in helping to develop and prepare communities to face challenges in the creative industry. In conducting this research, the methods used are: First, the descriptive method of conducting literature studies, observations, and documentation. Secondly, the metaphor method is metaphorizing Wayang Theater into a physical form of architecture. Keywords: Creative Industries; Industry Revolution 4.0; Productive Age; SocializationAbstrakJakarta yang menjadi pusat perekonomian negara sedang mengalami Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0. Di mana jika kedua fenomena ini dikelola dengan baik maka akan membawa dampak positif bagi Indonesia, terutama Jakarta. Namun hal ini mengancam para pekerja dengan jenis pekerjaan yang repetitif dan para penduduk di usia produktif. Industri kreatif merupakan salah satu contoh dari pekerjaan yang tidak repetitif, dan masih butuh pengembangan di bidang tersebut. Proyek ini bertujuan agar terciptanya ruang interaksi sosial di dalam Kecamatan Kebayoran Baru dalam wadah seni audio dan visual. Serta dalam membantu mengembangkan dan menyiapkan masyarakat dalam menghadapi tantangan dalam industri kreatif. Dalam melakukan penelitian ini, metode yang digunakan adalah: pertama, metode deskriptif yaitu melakukan studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Kedua, metode metafora yaitu mengibaratkan Teater Wayang menjadi bentuk fisik arsitektur.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jstupa

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Social Sciences

Description

Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur ...