Mendengar kata tradisi maka secara sekilas timbul kesan bahwa tradisi itu adalah kuno, dan bersifat stagnan serta tidak memiliki keterkaitan dengan hidup kita pada saat ini. Kesan ini menjadi pupus kala membaca tulisan dari Holmes. Holmes mengajak kita secara serius mendengar kepada tradisi dari gereja dan bagaimana tradisi itu bermanfaat dalam menyusun kerangka teologi pada hari ini. Memang secara sekilas membaca judul dari buku ini akan timbul kesan bahwa buku ini sedang membahas pemikiran teologi gereja pada abad mula-mula dan bagaimana menempatkan pemikiran teologis itu dalam hidup gereja. Namun rupanya Holmes mendiskusikan peran dari tradisi dalam konteks yang lebih luas dari beragam tradisi, baik dari pemikiran Agustinus, Basil, Gregorius Nazianzus, John Damascus, Calvin, Anselmus, Edwards, Anabaptis, Baptis dan lain-lain.
Copyrights © 2014