Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Vol 5, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017

RESENSI BUKU : BIBLICAL AUTHORITY AFTER BABEL : RETRIEVING THE SOLAS IN THE SPIRIT OF MERE PROTESTANT CHRISTIANITY

BRURY EKO SAPUTRA (SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ALETHEIA)



Article Info

Publish Date
07 Feb 2020

Abstract

Buku dengan lima bab ini lahir dari kuliah yang diberikan oleh Kevin J. Vanhoozer di Moore College, Australia, pada tahun 2015 – dengan judul “Mere Protestant Christianity: Why Singing Sola Renews and Reforms Biblical Interpretation” (p. xi). Pada bagian preface dan pendahuluan Vanhoozer memberikan penjelasan tentang judul ―Biblical Authority After Babel‖ yang diberikan kepada bukunya. Menurutnya, judul tersebut mengingatkan setiap pembaca bahwa (bagi sebagian orang) Reformasi juga menghasilkan banyak kebingungan dan dampak negatif lainnya, sama seperti pasca peristiwa runtuhnya menara Babel (pp. x, 1-4). Dengan mengutip beberapa ahli, Vanhoozer mencatatkan beberapa dampak negatif dan kebingungan yang dihasilkan oleh Reformasi: Reformasi menumbuhkan semangat sekularisme (Ernst Troeltsch dan Brad Gregory), Reformasi memberikan ruang bagi subyektifisme/individualisme di dalam hal menafsirkan Kitab Suci (H. Richard Niebuhr dan Alister McGrath), Reformasi mendorong perkembangan skeptisisme (Richard Popkin), dan Reformasi menyebabkan perpecahan antar gereja (Hans Boersma dan peter Lethart) (pp. 4-25).

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

solagratia

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi ...