Kesinambungan antar wilayah menjadi instrumen fundamental dalam mendongkrak pergerakan aktifitas ekonomi. Penelitian bertujuan menguji kontribusi pembangunan infrastruktur terhadap produktifitas ekonomi serta implikasinya terhadap kemiskinan di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori berbasis data panel tahun 2012-2016 dan menggunakan teknik two stage least square dengan melibatkan variabel belanja infrastruktur, kapasitas listrik, akses air minum, akomodasi, IKK, PDRB, serta kemiskinan. Penentuan sampel dengan pendekatan non probability sampling yaitu 195 observasi. Hasil penelitian menunjukkan penyediaan infrastruktur berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah dan menurunkan kemiskinan. Belanja infrastruktur, kapasitas listrik serta bangunan akomodasi berpengaruh signifikan positif terhadap ekonomi regional. Peningkatan 1% kapasitas listrik diproyeksikan mendorong 0.045% pertumbuhan ekonomi. Akses air minum berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan p-value 0,904. Penyediaan infrastruktur menciptakan konektifitas dan perdagangan. Peningkatan aktifitas ekonomi berimplikasi terhadap penurunan kemiskinan. Kenaikan 1% pertumbuhan ekonomi diestimasikan menurunkan kemiskinan sebesar 1,1%.Â
Copyrights © 2019