Dalam masyarakat bilingual, lazim terjadi fenomena kebahasaan berupa interferensi dan integrasi. Kedua fenomena kebahasaan ini muncul karena terjadinya kontak dua bahasa yakni bahasa pertama dan bahasa kedua. Saling kontak tersebut bisa berdampak merugikan atau menguntungkan. Jika kontak bahasa terjadi dan unsur bahasa pertama atau kedua yang digunakan oleh penutur bahasa bilingual ternyata berbeda, hal ini disebut sebagai interferensi dan mengakibatkan kesalahan berbahasa. Sebaliknya, jika kontak bahasa yang terjadi dan itu berarti terjadi peristiwa peminjaman atau penyerapan unsur-usur bahasa pertama ke bahasa kedua atau sebaliknya dan ternyata berdampak positif, yaitu memerkaya bahasa pertama atau kedua, fenomena ini disebut sebagai integrasi. Keduanya merupakan salah satu bahasan dalam kajian sosiolinguistik.Tujuan tulisan ini adalah membahas interferensi dan intergrasi bahasa pertama dan bahasa kedua dalam kajian sosiolinguistik.
Copyrights © 2021