Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik secara holistik, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada masa Pandemi Covid-19, setiap satuan pendidikan dihimbau oleh pemerintah untuk melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 secara masif. Pelaksanaan BDR banyak menimbulkan polemik dan masalah dikarenakan berbagai kendala dalam pelaksanaannya, seperti berkurangnya waktu belajar, ketidaksiapan orang tua, sulitnya sinyal internet, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Kendala-kendala tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pembelajaran selama BDR berjalan secara tidak normal dibandingkan pembelajaran tatap muka pada umumnya. Ketidaknormalan pelaksanakan pembelajaran selama BDR diduga akan menyebabkan learning loss utamanya defisit kompetensi siswa yang tentunya akan berdampak buruk bagi siswa dan sistem pendidikan secara nasional jika tidak segera diatasi. Upaya awal untuk mengatasi bahaya learning loss adalah mengidentifikasi keberadaannya melalui penilaian diagnostik awal, di antaranya melalui tes untuk aspek pengetahuan. Tes diagnostik awal dilaksanakan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa dalam menguasai materi ajar tertentu pasca-BDR dan mengetahui penyebabnya agar dapat dirumuskan tindak lanjut berupa intervensi pembelajaran yang relevan dengan kekurangan siswa. Pelaksanaan tes diagnostik awal ini harus dikelola dengan baik oleh berbagai pihak terkait, terutama guru dan kepala sekolah sesuai dengan peran masing-masing. Guru berperan dalam mengembangkan soal tes diagnostik awal, sementara kepala sekolah memfasilitasi dan memonitor pelaksanaan tes diagnostik awal agar sesuai dengan tujuannya untuk mengatasi learning loss pasca-BDR.
Copyrights © 2020