MUDRA Jurnal Seni Budaya
Vol 33 No 1 (2018): Februari

Angsel-Angsel dalam Gong Kebyar

I Ketut Yasa (Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
06 Mar 2018

Abstract

Gong Kebyar dewasa ini merupakan salah satu jenis gamelan Bali   memiliki kedudukan yang sangat kuat atau dominan di antara perangkat gamelan Bali lainnya. Adapun angsel adalah bagian dari garap gending yang berupa garap khusus yang biasanya sebagai variasi atau tekanan untuk menghidupkan suasana garapan, juga bisa sebagai tanda peralihan, tanda berhenti sesaat ataupun tanda selesai (suwud). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa di dalam Gong Kebyar ada beberapa jenis angsel, sembilan di antaranya yaitu 1) angsel Kempli, (2) angsel Kempul, (3) angsel Kemong, (4) angsel Gong, (5) angsel Tugak, (6) angsel Sigug/Ngandang, (7) angsel Bawak/Pendek, (8) angsel Lantang/Dawe/Panjang, dan (9) angsel Suwud/selesai. Motif angsel dapat dikelompokkan menjadi 11 kelompok menurut panjang pendeknya angsel berdasarkan ketukan-ketukan atau tabuhan Kajar yang terkandung dalam angsel itu sendiri. Ke 11 kelompok tersebut adalah dari kelompok satu birama sampai kelompok 12 birama. Terakhir fungsi angsel  terutama  dalam  kelompok  gending  dapat  dikelompokkan  menjadi  dua yakni kelompok gending petegak dan gending iringan tari.Gong Kebyar today holds a position as one of the dominant types of Balinese gamelan, standing out amongst other Balinese gamelan devices.  Angsel is a part of garap gending in the form of a special work that is usually presented as a variation or tension to liven up the atmosphere of garapan.  It can also take form as a sign of transition, a moment of pause or a sign of completion (suwud). The result of this research shows that in Gong Kebyar, there are several types of angsel, nine of which are (1) angsel Kempli, (2) angsel Kempul, (3) angsel Kemong, (4) angsel Gong, (5) angsel Tugak, (6) angsel Sigug / Ngandang, (7)   Bawak/ short, (8) Angsel Lantang / Dawe / Long, and (9) angsel Suwud / finish. The motifs of the angsel can be grouped into 11 groups according to the shortness or length of the angsel based on the taps or the beat of the Kajar contained within the angsel itself. The 11 groups are from the group of one bar to the group of 12 bars. Lastly, the function of the angsel, especially in the group of gending can be grouped into two, namely pategak gending and dance accompaniment gending.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

mudra

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

AIMS The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. In accordance with the meaning of the word “Mudra”, which is a spiritual gesture and energy indicator, it is hoped that the journal ...