Paradigma pelayanan kefarmasian yang telah bergeser dari fokus pengelolaan obat (drug oriented) menjadi pelayanan komprehensif antara pelayanan obat dan farmasi klinik menuntut farmasis lebih berperan dalam mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait obat. Interaksi obat-obat (IOO) merupakan salah satu bentuk masalah terkait obat. Peresepan dua atau lebih obat untuk suatu terapi seperti terapi infeksi gigi berpotensi menimbulkan IOO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan prevalensi IOO antara obat-obat yang diresepkan untuk penyakit gigi. Kajian observasional retrospektif dilakukan pada rekam resep tahun 2016 di salah satu Apotek di Surabaya. Sebanyak 114 resep untuk penyakit gigi telah dianalisis dalam penelitian ini dan sebanyak 61 resep berpotensi menimbulkan IOO dan ditemukan 54 potensi IOO dalam terapi infeksi gigi dimana 80,36% adalah IOO farmakokinetik dan 19,64% adalah IOO farmakodinamik. Disamping itu keparahan IOO yang muncul adalah kategori minor 44(81,48%), kategori moderat 8(14,81%), kategori mayor 1(1,85%), dan tidak diketahui 1(1,85%). Hasil studi menunjukkan penggunaan amoksisilin bersama diklofenak berpotensi menurunkan efek amoksisilin. Sedangkan kombinasi NSAID-fluoroquinolon akan menyebabkan resiko penekanan sistem syaraf pusat, sementara kombinasi NSAID-kortikosteroid dan duplikasi NSAID akan meningkatkan resiko efek samping gangguan gastrointestinal. Kajian IOO dalam terapi infeksi gigi sangat diperlukan guna mengurangi resiko efek merugikan dari interaksi obat-obat yang digunakan.Kata Kunci: Interaksi obat-obat (IOO), Resep, Infeksi gigi.
Copyrights © 2018