Omid Safi dan kawan-kawan dengan label MuslimProgressive mengusung tiga agenda besar, yaknimewujudkan keadilan sosial, kesetaraan jender, danpemahaman terhadap pluralisme. Dengan metode multiplecritique, Omid Safi mengkritisi kejumudan para ultraKonservatif yang selalu menyalahkan Yahudi, Kristen, danbahkan umat Muslim yang tidak sepaham dengan mereka.Demikian pula kritik di sisi ini diarahkan kepada kaum neoKonservatif yang menjadikan teks begitu kaku dan rigitserta ditafsirkan apa adanya. Sementara di sisi lain MuslimProgressive juga mengkritisi kaum Muslim liberal yangmenjadikan modernitas sebagai kiblat utama tujuan hidupmereka dengan mengenyampingkan tradisi keislamansebagai landasan moral dan pikiran. Muslim Progressivedigagas untuk mengawinkan kedua sisi tersebut. Tulisanini menampilkan tawaran Muslim Progressive dalam agendakesetaraan jender, yang menekankan pada paradigm barufiqh perempuan. Muslim Progressive memaknai fiqh sebagaiinterpretasi syari’ah. Dengan demikian, fiqh harusdiformulasikan sesuai dan seimbang dengan tuntutanzaman. Teks al-Qur’an dan Sunnah yang dijadikan landasanlahirnya produk fiqh tidak harus dipahami sebagaimanafuqahâ` memahaminya saat itu. Perkembangan zaman,kebutuhan, dan tujuan semestinya senantiasa menjadi ‘illahyang menyertai perumusan hukum saat ini.
Copyrights © 2013