Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DIMENSI KEMANUSIAAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Perpektif Al-Qur’an) Thoha, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Human beings as the creatures of Allah have two comple­men­tary elements, namely physical and spiritual. On another di­men­sion, humans are creatures who need education. In line with the effort to guide the entire human potentials, Islam provides  through­ly attention to the existence of humans, so that there is nothing left and neglected, in terms of both physical and spiritual, good mental life, and all their activites on the earth. The following article des­cribes some of the titles and functions of the human beings  in al-Quran to portray the human potentials that can be developed to­wards the realization of human existence as the highest God’s  caliph on earth.
PERKEMBANGAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN (Studi tentang Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah) Thoha, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan bertujuan mengembangkan SDM melalui kegiatan pengajaran. Manusia seutuhnya merupakan istilah yang dikenal dalam konteks keindonesiaan berupa terciptanya sebuah generasi yang terdidik, penuh toleran, dinamis dan diridhai oleh Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mensukseskan hal itu, maka kebijakan pendidikan harus berpihak pada masyarakat, sehingga konsep yang akan diterapkan adalah pendidikan yang humanis sebagai sarana dinamisasi perkembangan ilmu pengeta­huan. Dengan adanya otonomi pendidikan yang di dalamnya terkandung MBS sebagai dasar desentralisasi pendidikan, maka proses pendidikan menjadi tanggung jawab bersama di antara unsur-unsur pendidikan. Melalui manajemen model ini, lembaga pendidikan memiliki kewenang­an untuk mengelola sumber daya manusia, partisipasi masyarakat, penyederhanaan birokrasi, sistem evaluasi, pemetaan kurikulum dan sebagainya.
POLITIK PENDIDIKAN ISLAM (Potret Sejarah Periode Klasik Sampai Abad Pertengahan) Thoha, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik dan pendidikan senantiasa berjalan bersama.Keduanya tidak bisa dipisahkan, meskipun keduanya telah nyatamemiliki nilai dan semangat yang berbeda. Politik senantiasaberkepentingan untuk melanggengkan kekuasaan, sementarapendidikan berkepentingan melestarikan nilai-nilai suci peradabandan budaya umat manusia. Perjalanan sejarah telah memotretberkelindannya pergumulan politik dan pendidikan dalammembangun masa-masa keemasan peradaban Islam. Berangkat darinuansa kontestasi politik dengan dunia Barat, para praktisipendidikan Islam telah berhasil membendung upaya Barat untuksenantiasa mendiskreditkan Islam dalam pentas peradaban dunia.Tulisan ini mencoba memotret relasi kekuasaan (politik) denganperjalanan dunia pendidikan pada masa-masa awal kejayaan Islam(klasik) hingga menjelang abad pertengahan.
PERILAKU FANDALISME SISWA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Thoha, Mohammad
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara faktor penyebab kegagalan belajar siswa adalahperilaku fandalisme baik di dalam kelas maupun di luar kelas.Tulisan ini akan mendeskripsikan perilaku fandalisme siswaMadrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kadur Pamekasan dan upayayang dilakukan untuk menekan perilaku tersebut. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa: 1) Perilaku siswa yang dapat dikategorikanfandalisme adalah terlambat masuk kelas; tidak  memakai bajuseragam madrasah, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas, malasdalam mengikuti pelajaran, merokok, mewarnai rambut, berpacaran,membawa alat elektronik seperti HP, keluar sekolah tanpa izin, danmencuri; 2) Upaya yang dilakukan dalam menekan perilakufandalisme siswa adalah melalui pendekatan moral dan sentuhanemosional serta pendekatan spiritual.
ORIENTASI SANTRI DALAM MENEMPUH PENDIDIKAN PESANTREN DI PAMEKASAN Thoha, Mohammad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.569 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v10i1.162

Abstract

Problematika lembaga pesantren saat ini, adalah turunnya minat para santri dalam mempelajari ilmu-ilmu keagamaan. Pragramatisme pendidikan yang ditunjukkan dengan sekedar mencari “ijazah” pendidikan formal menjadi fenomena menyeluruh pada lembaga pendidikan pesantren di Pamekasan. Penelitian ini mencoba mencari jawaban dari dua permasalahan; pertama apa alasan santri memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan, kedua bagaimana respon santri terhadap sistem pendidikan yang diterapkna pesantren. Penelitian ini difokuskan pada pesantren Miftahul Ulum Sumberjati Kadur Pamekasan, sebagai sampel dari pesantren yang tetap mempertahankan tradisi pesantren klasik dengan menambah formulasi baru sebagai bentuk adaptasi perkembangan pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menjadikan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai acuan data utamanya. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa ada beberapa alasan santri memilih lembaga pendidikan mereka, yaitu: Pertama, keinginan sendiri, dan yang Kedua adalah pengaruh pihak lain seperti orang tua dan alumni pesantren. Sedangkan respon santri terhadap sitem yang diterapkna pesantren juga beragam; Pertama, sebagaian kecil responden mengatakan sistem pendidikan yang diterapkan pesantren tidak atau kurang sesuai dengan harapan mereka. Kedua, sebagaian besar santri menyatakan sesuai dengan harapan mereka.
UPAYA MENEKAN PERILAKU FANDALISME SISWA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus di MTs Negeri Kadur Pamekasan) Thoha, Mohammad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.916 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v12i2.775

Abstract

One of the factors making students’ failure in learning is students’ vandalism either inside or outside the class. In facing this case, teachers and organizer of institution need certain wise approach. This article focuses on, first, how are the students vandalism images at MTs Negeri Kadur Pamekasan, and second, what are the efforts to push down the students vandalism images at MTs Negeri Kadur Pamekasan. The results showed that the images of students’ vandalism at MTs Negeri Kadur Pamekasan were: coming late into the class, not wearing uniform, not attending the class, not doing the homework, going out with close friend, being lazy in studying, smoking, colouring the hair, bringing mobile phone, going out of the school without permission, stealing and wearing earrings. The efforts done are using moral and emotional approach and spiritual approach.
STRATEGI PENINGKATAN NILAI-NILAI KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PENGELOLAAN (MANAJEMEN) SUMBER DAYA MANUSIA DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM Thoha, Mohammad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.358 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v15i2.2063

Abstract

Emotional Quotion contributes 60% to someone’s success. The main characteristic of the individual emotional quotion is when he is successful to implement his emotional potency in daily life. Emotional potency here actually has been given to people before the birth. But, this potency can be increasing or decreasing as it is taken care of or developed. Based on the literature review of psychology literation and comparing to juridical analysis about regulation in managing the State Islamic University, this research comes into a finding of how to develop the emotional quotion for the State Islamic University managers. Every individual, including the lecturer and the leader of the State Islamic University can increase their emotional quotion’s value, when they can: first, recognize their own emotional states as well as others; second, manage their own emotion as well as others, and three, motivate themselves as well as others
Manajemen Peningkatan Mutu Ketenagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Madrasah Aliyah Negeri Pamekasan Thoha, Mohammad
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.04 KB)

Abstract

Keberhasilan suatu usaha sangat erat kaitannya dengan kualitas orang yang melakukan usaha tersebut. Begitupula keberhasilan sekolah/madrasah juga ditentukan oleh para pengelolanya. Apabila para pengelola sekolah/madrasah berkualitas maka lembaga tersebut akan mengalami kemajuan dan memiliki mutu yang baik begitupula jika sebaliknya. Oleh karena itu artikel ini mendiskripsikan manajemen peningkatan mutu ketenagaan dan sumber daya manusia yang mana dalam hal ini man pamekasan dijadikan sebagai objek penelitian. Hal yang menjadi fokus kajiannya adalah perencanaan, pengadaan pegawai, pembinaan dan pengembangan, promosi, mutasi, dan pemberhentian pegawai, serta penilaian dan kompensasi pegawai di man pamekasan. Melalui observasi wawancara dan dokumentasi diperoleh hasil bahwa man pamekasan malakukan manajemen ketenagaan dan sumber daya manusia dengan baik minimal memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
PARADIGMA BARU FIQH PEREMPUAN (Studi Analisis atas Gender Mainstreaming Omid Safi dalam Agenda Muslim Progressive) Mohammad Thoha
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 8 No. 2 (2013)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v8i2.349

Abstract

Omid Safi dan kawan-kawan dengan label MuslimProgressive mengusung tiga agenda besar, yaknimewujudkan keadilan sosial, kesetaraan jender, danpemahaman terhadap pluralisme. Dengan metode multiplecritique, Omid Safi mengkritisi kejumudan para ultraKonservatif yang selalu menyalahkan Yahudi, Kristen, danbahkan umat Muslim yang tidak sepaham dengan mereka.Demikian pula kritik di sisi ini diarahkan kepada kaum neoKonservatif yang menjadikan teks begitu kaku dan rigitserta ditafsirkan apa adanya. Sementara di sisi lain MuslimProgressive juga mengkritisi kaum Muslim liberal yangmenjadikan modernitas sebagai kiblat utama tujuan hidupmereka dengan mengenyampingkan tradisi keislamansebagai landasan moral dan pikiran. Muslim Progressivedigagas untuk mengawinkan kedua sisi tersebut. Tulisanini menampilkan tawaran Muslim Progressive dalam agendakesetaraan jender, yang menekankan pada paradigm barufiqh perempuan. Muslim Progressive memaknai fiqh sebagaiinterpretasi syari’ah. Dengan demikian, fiqh harusdiformulasikan sesuai dan seimbang dengan tuntutanzaman. Teks al-Qur’an dan Sunnah yang dijadikan landasanlahirnya produk fiqh tidak harus dipahami sebagaimanafuqahâ` memahaminya saat itu. Perkembangan zaman,kebutuhan, dan tujuan semestinya senantiasa menjadi ‘illahyang menyertai perumusan hukum saat ini.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Mohammad Thoha
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2012): OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ojbs.v6i1.420

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab dengan segala problematikanya menuntut adanya variasi model dan pendekatan yang harus dilakukan oleh para pengajar. Kesenjangan kompetensi awal antara masing-masing peserta didik dalam satu rombongan belajar serta latar belakang pendidikan mereka yang beragam pula memberikan kontribusi permasalahan tersendiri bagi pengajar bahasa asing ini. Dengan mencoba mencari korelasi antara kompetensi dasar Bahasa Arab yang dimiliki peserta didik sebelumnya dengan kondisi riil satuan pendidikan yang bersangkutan, tulisan ini mencoba mencarikan titik temu antara model pembelajaran Bahasa Arab dengan Manajemen Berbasis Sekolah. Pembelajaran keterampilan-keterampilan dasar bahasa yang meliputi mendengar (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah) dan menulis (kitabah) dilakukan dengan memperhatikan tingkat penguasaan atau kompetensi awal peserta didik. Demikian pula pemilihan materi dan sarana pembelajaran serta minat dan kesenangan peserta didik menjadi pertimbangan utama bagi pendidik dalam menjalankan pembelajaran dengan pendekatan Manajaemen Berbasis Sekolah ini.