Dalam rangka penciptaan alam Tuhan membagi dirinya-Nya menjadi dua bagian sebagai sebagai pasangan yang dalam Hindu dikenal dengan Ardanaeswari, satu bagian laki-laki dan satunya bagian dari perempuan. Secara teologis Hindu tidak membenarkan diskriminasi dimana perempuan berkedudukan lebih rendah daripada laki-laki, karena antara perempuan dan laki-laki berasal dari satu sumber yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Perbedaan yang terjadi hanyalah berdasarkan peranan atau kerjanya saja. Atas kedudukan yang sama (kesetaraan gender) itulah di dalam kitab Manawa Dharmasastra denga tegas memuliakan posos perempuan bahwa Perempuan harus disayagi oleh ayahnya, kakaknya, suaminya daniparnya yang menghendaki kesejahtraan diri. (MDs,II:55) dimana ketika perempuan itu dihormati dan dimuliakan maka keluarga itu akan hidup bahagiaKata Kunci : Kekerasan, Perempuan, Manawa Dharmasastra
Copyrights © 2020