Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kelekatan terhadap kesejahteraan psikologis dengan peran resiliensi sebagai mediator. Hipotesis penelitian yaitu kelekatan akan berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis dengan adanya resiliensi sebagai mediator terhadap korelasi tersebut. Partisipan penelitian sebanyak 127 remaja sekolah menengah atas dan memiliki orang tua yang bercerai saat remaja berusia 0 sampai 12 tahun mengisi kuesioner yang terdiri dari instrumen Inventory of Parent and Peer Attachment, Resilience Scale, dan Psychological Well-Being Scale. Teknik analisis data yang digunakan adalah causal mediation analysis. Hasil yang diperoleh menunjukkan resiliensi yang tinggi menjadi prediktor kelekatan terhadap kesejahteraan psikologis remaja yang tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa walaupun orang tua sudah bercerai saat masih kanak-kanak, remaja tetap mampu memiliki kesejahteraan psikologis melalui adanya resiliensi.
Copyrights © 2020