ABSTRAK Hingga saat ini, sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi regional Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan harga konstan tahun 1993, sektor pertanian pada tahun 1999 menyumbang sekitar 35,85% dari total PDRB. Sementara pada tahun yang sama, sektor industri hanya menyumbang sekitar 4,86%. Demikian pula dengan perannya terhadap ekspor, terutama tahun 1998, meskipun terjadi krisis moneter pada tahun 1997, sumbangan sektor pertanian terhadap total ekspor melonjak tajam mencapai lebih dari dua pertiganya (81,79%). Dalam penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian mampu menyerap 2,56 kali lebih tinggi dari sektor non pertanian. Akan tetapi, dilihat dari nilai tukar yang diterima petani tahun 2000 yang mencapai 89,67%, maka petani berada pada posisi merugi yang berarti petani tidak mampu melakukan investasi untuk meningkatkan teknik produksinya. ABSTRACT Up to now, the agricultural sector has played a sinificant role in regional economic development of West Nusa Tenggara Province. Based on 1993 constant price, agricultural sector in 1999 contributed about 35,85% of total GRDP. Meanwhile in the same year, the industrial sector only contributed about 4.86%. Same as its role on export, particularly in 1998, although monetary cristis in 1997, contribution of the agricultural sector to total export significantly increased upto 81,79%. In employment, the agricultural sector enabled to employ more than twice higher than non agricultural sectors. However, in term of farmers, term of trade, specialy 2000, only reached 89,67 %, meaning that farmers are in lost position and had no financial power to invest for inceasing their production technology.
Copyrights © 2002