Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah relevansi nilai relatif laba komprehensif lebih besar dari relevansi nilai relatif laba bersih. Pelaporan laba komprehensif diatur dalam PSAK 1 revisi 2009 sebagai konsekuensi penerapan IFRS ke dalam PSAK. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan selama tahun 2011-2016. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan kriteria khusus, yaitu perusahaan yang melaporkan laporan keuangannya secara lengkap setiap 31 Desember, serta perusahaan yang menyediakan data lain yang dibutuhkan dalam penelitian. Populasi penelitian ini adalah perusahaan dalam industri manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2016, dengan sampel sebanyak 50 perusahaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan baik laba bersih maupun laba komprehensif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan, sehingga keduanya memiliki relevansi nilai relatif di luar variabel kontrol (Return on Equity, Book Value per Share, dan ukuran perusahaan). Hasil lainya adalah relevansi nilai relatif laba komprehensif lebih besar dari relevansi nilai relatif laba bersih.
Copyrights © 2018