Penelitian ini membahas tentang ruang negosiasi antara tradisi dan modernitas di pesantren As’adiyang Sengkang Wajo Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah untuk menemukan horizon ke-As’diyah-an di tengah arus modernisasi pesantren yang hegemonik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu; participant observation dan wawancara Data tersebut selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan kerangka teori pasca-kolonial. Sebagai hasilnya, tampak bahwa modernisasi pesantren yang berlangsung hegemonik bertujuan untuk mendukung program pembangunan pemerintah Orde Baru. Kenyataan ini pada gilirannya mendorong As’adiyah mengakomodir modernitas. Namun demikian, dalam proses akomodasi As’adiyah tidaklah pasif, akan tetapi berlangsung negoisasi antara tradisi kepesantrenan dan modernitas. Proses ini selanjutnya melahirkan ruang ketiga dalam bentuk organisasi modern dan kurikulum terpadu.Â
Copyrights © 2018