Padi hitam (Oryza sativa L. kultivar “Cempo Ireng”) merupakan tanaman pangan fungsional yang akhir-akhir ini mulai diminati oleh masyarakat karena peranannya terhadap kesehatan. Oleh karena itu, ketahana tanaman padi hitam terhadap serangan hama dan penyakit tanaman harus ditingkatkan. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan cendawan endofit yang berasal dari tanaman mangrove sebagai bioprotektan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi cendawan endofit sebagai sebagai bioprotektan terhadap patogen fusarium sp pada tanaman padi hitam (Oryza sativa L “Cempo Ireng”) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan penelitian experiment dengan analisis data secara diskriptif berdasarkan hasil pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis dengan mengamati persentase daya kecambah benih padi hitam yang ditumbuhkan pada medium PDA yang telah diisolasi cendawan endofit. Adapun hasil penelitian ini yaitu cendawan endofit yang berwarna putih dengan misilum bersepta dan nonsepta merupakan cendawan endofit yang yang dominan ditemukan pada akar, batang dan daun tanaman dengan frekuensi berturut-turut sebagai berikut: 41,18% dan 29, 4%. Selain itu cendawan endofit ini mempunyai potensi yang cukup tinggi terhadap bioprotektan dengan rata-rata persentase daya kecambah benih sebesar 86,7%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu cendawan endofit dengan misilum bersepta (HS) dan nonsepta (HNS) mempunyai potensi sebagai bioprotektan terhadap patogen Fusarium sp.
Copyrights © 2018