Akhir-akhir ini, performansi yang buruk pada sistem kontrol menjadi isu yang penting dalam industri. Performansi yang buruk pada sistem kontrol akan memberikan dampak negatif pada proses produksi sebuah industri, seperti menurunnya kuantitas ataupun kualitas hasil industri. Masalah utama dari sistem kontrol adalah ketidaklinieran yang disebabkan oleh adanya friksi statis pada katup. Penelitian mengenai friksi statis sudah banyak dilakukan. Metode-metode yang pernah diperkenalkan menggunakan beberapa teknik yang berbeda-beda, seperti pencocokan grafis, pengolahan sinyal, dan perhitungan statistik. Dalam makalah ini dibandingkan dua metode yang menggunakan teknik pencocokan grafis, yaitu pencocokan kurva yang dirumuskan oleh He dan pencocokan elips yang dirumuskan oleh Choudhury. Perbandingan dilakukan dengan 2 jenis input, yaitu data simulasi dan implementasi pada data industri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pencocokan elips lebih baik dalam mendeteksi friksi statis dibandingkan dengan pencocokan kurva menggunakan data simulasi, tetapi kedua metode memberikan hasil yang hampir sama pada implementasi data industri. Kelebihan lain dari metode pencocokan elips adalah dapat mengkuantifikasi besarnya friksi statis yang terjadi.
Copyrights © 2016