Kemunculan wabah covid-19 di seluruh dunia telah menimbulkan banyak permasalahan bagi umat manusia tanpa kecuali. Berbagai persoalan yang muncul akibat dari pandemi covid-19, membuat aktivitas kehidupan manusia menjadi kacau dan berubah drastis. Pemberlakuan pembatasan sosial di segala bidang dirasa sangat mempengaruhi kondisi manusiawi, baik secara jasmani dan rohani. Cepat atau lambat dampak dari pandemi ini mengakibatkan terjadinya krisis di berbagai hal dan tidak diketahui kapan pandemi akan berakhir. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi Biblika mencakup pendekatan hermeneutik dengan tujuan memahami permasalahan yang sedang terjadi. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengingatkan orang-orang percaya agar tetap memelihara dan menjaga iman sehingga tetap memiliki sukacita dalam menghadapai krisis. Kesimpulannya bahwa essensi bersukacita di dalam Tuhan mengandung janji yang kekal, berdampak positif bagi kesehatan jasmani dan rohani orang percaya, tetap percaya pada kekuasaan Tuhan tidak akan merusakkan sukacita dalam menghadapi krisis, sebagaimana ajaran dan teladan Paulus bagi orang percaya. Kata kunci: bersukacita, krisis, percaya
Copyrights © 2020