Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik
Vol 3 No 1 (2021)

Makna Semiotik Kesenian Buncis Angklung bagi Masyarakat Desa Tanggeran di Banyumas

Rifiana Abdul Razzak (Sekolah Musik Indonesia)



Article Info

Publish Date
23 Jun 2021

Abstract

Seni dikatakan sebagai sebuah ekspresi manusia yang bersifat estetis dalam kehidupan masyarakat memiliki makna semiotik yang beragam. Buncis Angklung merupakan kesenian tradisional yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Desa Tanggeran dan memiliki makna semiotik bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan mendeskripsikan perwujudan makna semiotik kesenian Buncis Angklung yang berasal dari Desa Tanggeran Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan interdisipliner. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data seni dilakukan pada aspek intra dan ekstraestetik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kesenian Buncis Angklung memiliki rangkaian tahapan pertunjukan, yaitu tahap sebelum pertunjukan, saat pertunjukan, dan setelah pertunjukan. Pertunjukannya berupa tarian yang penarinya memainkan angklung sebagai iringan tarinya. (2) Dalam teks pertunjukan Buncis Angklung ditemukan adanya makna religius dan makna relasi.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

musikolastika

Publisher

Subject

Arts

Description

Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Musik Jurusan Sendratasik FBS UNP sebagai media untuk menyalurkan pemikiran dan hasil penelitian pada domain: (1) Pertunjukan Musik; (2) Pendidikan Musik; (3) Musikologi; dan (4) Etnomusikologi dalam ...