Jurnal Sains Dirgantara
Vol 17, No 2 (2020)

POLA LAMA PENYINARAN MATAHARI DALAM 20 TAHUN PENGAMATAN DI SUMEDANG

Saipul Hamdi (Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN)
Sumaryati Sumaryati (Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Jl Dr. Djundjunan no 133 Bandung)



Article Info

Publish Date
10 Nov 2020

Abstract

Pola lama penyinaran matahari (LPM) dalam kurun waktu pengamatan 20 tahun di BPAA (Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer) LAPAN Sumedang (6,91⁰ LS dan 107,84⁰ BT, 864 m dpl)telah dianalisis. Pengukuran LPM menggunakan Campbell Stokesdilakukan sejak tahun 1997. Dari pengukuran ini diperoleh jumlah hari data sebanyak 5.899. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode statistika. LPM dikelompokkan menjadi 4 kelompok berdasarkan musim dan dihitung frekuensi distribusinya. Secara umum, terjadi peningkatan LPMterutama pada musim JJA dalam 20 tahun pengamatan. Fenomena El Nino berdampak pada peningkatan lama penyinaran pada bulan DJF, sedangkan La Nina berdampak pada penurunan lama penyinaran pada bulan SON. Di sisi lain, kenaikan aktivitas matahari justru berpengaruh pada penurunan lama penyinaran pada bulan DJF. Pada musim basah (DJF) dominansi LPM adalah 0-1 jam/hari, sedangkan pada musim kering (JJA) dominansi LPMmencapai 9 jam/hari.

Copyrights © 2020