Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kearifan lokal etnik Wotu yang bernuansa moderasi beragama, fungsi kearifan lokal itu dalam membangun moderasi beragama, danĀ upaya yang dilakukan oleh masyarakat etnik Wotu dalam merawat kearifan lokal tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat etnik Wotu memiliki kearifan lokal dalam bentuk falsafah yang bernuansa moderasi beragama. Falsafah dimaksud adalah awa itaba la awai assangoatta yang bermakna dari kitalah datangnya persatuan/kebersamaan kita. Falsafah itu masih hidup dan mengakar dalam kehidupan masyarakat etnik Wotu hingga kini. Dengan falsafah itu, masyarakat etnik Wotu senantiasa berbaur dan hidup bersama dengan masyarakat sekitarnya yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama selama bertahun-tahun hingga saat ini. Etnik Wotu yang mayoritas muslim tidak sedikit pun pernah mengusik kenyamanan beribadah umat agama lainnya. Mereka juga melindungi, saling membantu dan memperlakukan umat agama lain layaknya saudara. Kearifan lokal ituĀ dirawat melalui pendidikan dalam keluarga dan dengan keteladanan. Keteladanan orang tua dalam praktik kehidupan bermasyarakat dengan pemeluk agama berbeda. Selain itu, pemerintah setempat turut menguatkan kerukunan dengan membantu pembangunan rumah ibadah semua agama. Tokoh agama dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dalam kunjungannya ke masyarakat sering kali mengingatkan untuk kembali ke akar budaya mereka yang berorientasi pada moderasi beragama
Copyrights © 2020