Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keterbacan teks yang terdapat dalam buku ajar bahasa Indonesia sekolah menengah pertama dan untuk sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis, teknik pengolahan data menggunakan formula keterbacaan grafik fry. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku ajar kelas VII sekolah menengah pertama yang terdiri dari 29 teks, 51% teks yang ada di dalam buku tersebut sudah sesuai, sedangkan 49% teks yang ada di dalam buku tersebut belum sesuai. Buku ajar kelas VIII dari jumlah 25 teks yang di ukur keterbacaannya 40% sudah sesuai dan 60% masih belum sesuai. Buku ajar kelas IX dari 32 teks yang diukur keterbacaanya 31,25% sudah sesuai, sedangkan 68,75% belum sesuai. Buku ajar kelas X yang terdiri dari 22 teks yang diukur keterbacaanya 45,45% teks tersebut sudah sesuai untuk kelas X dan 54,55% dari jumlah teksnya belum sesuai. Buku ajar kelas XI yang terdiri dari dari 36 teks yang diukur tingkat keterbacaannya 38,89% dari jumlah keseluruhan teks sudah sesuai dan 61,11% belum sesuai untuk. Buku ajar kelas XII yang terdiri dari 34 buah teks yang diukur tingkat keterbacaanya 23,53% sudah sesuai dan 76,47% dari jumlah keseluruhan teks belum sesuai atau belum sesuai. Data tersebut menginformasikan bahwa keterbacaan buku ajar untuk setiap jenjang pendidikan masih banyak yang belum sesuai dengan tingkatannya.Kata Kunci: Buku Ajar, Keterbacaan, Teks.
Copyrights © 2020