Budaya popular seringkali dianggap sebagai hiburan semata. Pandangan tersebut kurang tepat karena, budaya popular sebetulnya dapat membantu pemahaman kita terhadap dinamika kebudayaan menjadi lebih utuh lagi. Di dalam budaya popular terdapat relasi antar nilai yang sangat kompleks. Seperti halnya estetika. Estetika dalam konteks ini merupakan nilai, dan nilai dalam pandangan Foucault dihasilkan dari perkelidanan kekuasaan dan pengetahuan. Karakter-karakter Joker merupakan sebentuk diskursus yang dihasilkan dari perkelidanan tersebut. Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa karakter-karakter Joker ini merupakan sebuah diskontinuitas yang berusaha untuk menelikung diskursus yang lebih mapan. Akan tetapi dalam prosesnya selalu ‘dijegal’ oleh diskursus yang telah mapan tersebut. Dari kelima Joker yang kami telaah, adalah Joker Heath Ledger dan Joaquin Phoenix yang secara signifikan melahirkan diskontinuitas yang berpengaruh cukup signifikan.
Copyrights © 2020