Artikel ini membahas tentang kepanikan yang diakibatkan Covid-19 khususnya di Indonesia. Permasalahan terjadi akibat kurangnya sosialisasi dan edukasi mengenai Covid-19. Bagaimana pembentukan kepanikan moral yang terjadi di masyarakat saat ini?; Bagaimana media mereproduksi sebuah berita yang justru menjadi sumber kepanikan di masyarakat?; Bagaimana cara melakukan penyuluhan sosial yang baik dan bisa cepat sampai ke masyarakat? Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penyebab kepanikan moral dan proses yang terjadi akibat dari penyebaran berita melalui media internet dan televisi serta mengetahui cara yang tepat dan cepat untuk melakukan penyuluhan sosial dalam meredam kepanikan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan tehnik wawancara serta observasi partisipan dimana selain penulis memperhatikan kepanikan tersebut juga menjadi salah satu orang yang ikut merasakan kejadian di masyarakat dan di jejaring online. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media komunikasi menjadi salah satu sumber dari kepanikan itu sendiri dan perlunya melakukan penyuluhan sosial yang tepat dan cepat untuk meredam kepanikan. Rekomendasi hasil kajian ini ditujukan ke BP3S dalam hal ini kepada Puspensos yang berada di bawah Kementerian Sosial RI agar responsif dalam melihat situasi penggunaan media sehingga dapat melakukan penyuluhan dan mengedukasi masyarakat agar tidak terjadi kepanikan sosial yang lebih besar.
Copyrights © 2020